Sabtu, 26 November 2011

Jembatan Tenggarong Runtuh

Jembatan Tenggarong Sebelum Ambruk
Tenggarong, Dinamika Bangsa
Bertepatan dengan malam tahun baru islam masyarakat Tenggarong, Kutai Kertanegara Sabtu (26/11/2011) pukul 16.20 WITA di gemparkan dengan Jembatan Kutai Kertanegara atau yang biasa mereka sebut dengan jembatan Tenggarong penghubung kota Tenggarong dengan Tenggarong seberang. Jembatan yang pengerjaannya ini memakan waktu sekitar 4 tahun (1994-1995) ini dengan panjang 705 meter dengan lebar 900 meter dengan biaya sekitar Rp. 190 Miliar ini di
sebut-sebut sebagai jembatan termegah di kalimantan timur tepatnya di kabupaten Kutai Kertanegara lebih tepatnya berada di tepian kota. Jembatan yang mirip dengan Golden Gate ini ini ambruk dalam waktu kurang lebih 30 detik. Ambruknya jembatan tersebut terjadi di saat jalur kendaraan yang lumayan padat. Jika dilihat jembatan ini belum terlalu lama di banding dengan Jembatan Mahakam I (penghubung kota Balikpapan-Samarinda). Karena jembatan ini bru saja di resmikan pada tahun 2002 lalu


sebuah mobil terjepit di reruntuhan
Diduga Ambruknya Jembatan tersebut dikarenakan adanya perbaikan jembatan. Seharusnya dilakukan penutupan untuk arus kendaraan yang melintasi jembatan tersebut. Hal ini yang menyebabkan ambruknya jembatan tersebut. Banyak kendaraan yang tercebur ke dalam sungai Mahakam

Tidak hanya Kabupaten Kutai Kertanegara saja yang rugi, disisi lain para penambang batu bara juga diperkirakan akan merugi. dikarenakan Ponton dilarang melintasi jembatan tersebut. sampai saat ini korban tewas diperkirakan berjumlah 4 orang diantaranya seorang bayi yang berusia 6 bulan dan 39 orang lainnya diperkirakan mengalami luka-luka. Hingga tadi malam masih dilakukan pencarian di sekitar sungai mahakam

Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari kemarin mengatakan akan menanggung semua biaya pengobatan korban runtuhnya jembatan Kertanegara tersebut. Rita juga menyatakan untuk para korban yang tewas akan di beri santunan. Karena menurut beliau ini semua adalah bencana. Tetapi berapa besarnya jumlah santunan tersebut belum juga di tentukan oleh pemerintah daerah Kutai Kertanegara. Hal ini langsung di respon oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengirim beberapa menterinya untuk langsung meninjau ke lokasi kejadian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar