Rabu, 09 November 2011

Profil Pengusaha Muda Sukses

Pengusaha muda sukses memang menjadi dambaan semua orang. Dimana umur masih muda tapi sudah menginjakan kaki di dunia bisnis yang penuh tantangan. Berkat usaha yang gigih penuh inspirasi dan ide bisnis yang segar dan menantang maka lahirlah profil pengusaha muda sukses seperti Elang Gumilang.


Elang Gumilang yang lahir tanggal 6 April 1985, mahasiswa IPB sekaligus direktur utama sebuah pengembang perumahan. Dan itu sebuah usaha dengan prestasi mengesankan yaitu berhasil membangun lebih dari seribu rumah sederhana di empat proyek perumahan di Kabupaten Bogor. Bermodal awal Rp 300-an juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp 17 miliar.

Berbekal pengalaman menjadi salesman pengembang, Elang nekat berbisnis sendiri. Pada 2005 Elang mencoba ikut tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta. Nasib baik. Proyek senilai Rp 160 juta digenggamnya.

Pada 2006, di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. Tanah nganggur milik sebuah instansi di Kabupaten Bogor, diliriknya. Elang mengajak lima kawannya dan terkumpul duit Rp 340 juta. Lantas dia membujuk Bank Ta-bungan Negara (BTN) bekerja sama menyediakan kredit pemilikan rumah sederhana bersubsidi (KPRS).

Proyek perdana Elang Group di Perumahan Griya Salak Endah itu berhasil. Sebanyak 450 unit rumah terjual. Pembelinya buruh, pedagang, tukang tambal ban, dan guru. “Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya,” ujar Elang. Pada 2008, Elang membangun lagi Perumahan Bukit Warna Sari Endah, Cilebut, Bogor. Ekspansi Perumahan Griya Salak Endah II juga sukses. Pada 2009, Elang mengambil alih proyek Griya PGRI di Ciampea yang tak bisa diselesaikan oleh pengembang lain.

Penghargaan yang didapat oleh Elang Gumilang yaitu Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007, Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008, Man of the Year 2008 dari Radar Bogor, Pemuda Pilihan 2008 dari TV One, Indonesia Top Young Entrepreuner 2008 dari Warta Ekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar