Rabu, 14 Desember 2011

cara budiddaya tanaman mahkota dewa

cara budidaya tanaman mahkota dewa

  1. Materi Penyuluhan
Mahkota dewa tergolong pohon yang mampu hidup di berbagai kondisi, dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Pohon ini mampu hidup di ketinggian 10-1.200 meter dari permukaan laut. Perbanyakan pohon bisa dilakukan secara vegetatif dan secara generatif. Dari sekian cara perbanyakan vegetatif, hanya pencangkokan yang telah menunjukkan keberhasilan. Sebetulnya, pencangkokan agak sulit dilakukan karena batang mahkota dewa sangat bergetah. Pencangkokan hanya bisa dilakukan jika batang yang dikupas sudah mulai mengering.
Perbanyakan secara generatif dilakukan dengan biji. Tahap-tahap pembudidayaan mahkota dewa adalah sebagai berikut:
1)      Pilih biji dari buah yang benar-benar sudah tua atau matang di pohon. Biji yang dipilih untuk disemaikan adalah biji yang benar-benar bagus. Ciri biji yang bagus adalah berisi penuh saat dipegang, keras, tidak kempes, dan tidak cacat dimakan ulat.
2)      Kemudian semaikan biji itu ditempat persemaian dengan media sekam bakar dicampur dengan kompos. Saat penyemaian, perawatan yang perlu dilakukan adalah memperhatikan kelembapan medianya. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari dengan menggunakan hand sprayer atau semprotan yang lembut. Pemupukan tidak boleh menggunakan pupuk kimia karena bisa mengurangi khasiat obatnya. Yang paling aman menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudak tidak berbau.
3)      Setelah berumur dua bulan atau ketinggiannya sudah mencapai 10-15 cm dipindahkan ke media penanaman. Cara memindahkannya dengan melubangi bagian bawah polibag lalu memasukkannya ke lubang tanam. Setelah dipindahkan ke media permanen, perawatan yang perlu dilakukan adalah menyiraminya setiap hari dan memberikan pupuk kandang atau pupuk kompos dua minggu sekali.
4)      Dalam umur 10-14 hari setelah biji disemai, daun-daun mulai tumbuh dan bunga mulai kelihatan ketika pohon sudah berusia 10-12 bulan. Buah ini akan sangat bagus pertumbuhannya jika penyiraman dilakukan dengan rutin dan teratur karena buah mahkota dewa sangat memerlukan banyak air.
5)      Buah bisa dipetik saat sudah berusia dua bulan. Saat itu buah sudah matang dengan ciri-ciri antara lain, kulit buah sudah berwarna merah marun dan berbau manis seperti aroma gula pasir. Jika sudah matang sebaiknya buah langsung dipetik.
Pemupukan
Agar memberikan hasil yang tinggi, tanaman memerlukan faktor-faktor tumbuh yang optimal. Salah satu faktor tersebut adalah ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Jika tanah tidak dapat menyediakan unsur hara yang cukup bagi tanaman, pemberian pupuk perlu dilakukan untuk memenuhi kekurangan tersebut. Dalam membudidayakan mahkota dewa, hindari pemupukan dengan menggunakan pupuk-pupuk anorganik.
Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit tanaman sebaiknya menggunakan pestisida buatan sendiri atau pestisida alami yaitu bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Tanaman mahkota dewa mempunyai musuh alami berupa hama pengganggu. Hama yang biasanya muncul adalah belalang, kutu putih, dan ulat buah.
Pestisida yang digunakan adalah pestisida dari campuran daun mimba, lengkuas, tem,bakau, bawang putih, brotowali, biji srikaya yang dihancurkan kemudian dicampur dengan air.
Pemanenan
Dalam memanen mahkota dewa, perhatikan dulu bagian yang akan dipanen:
1)      Daun yang dipanen adalah daun yang masih segar dan tidak terkena penyakit. Daun yang dipanen hendaknya sudah cukup tua. Cirinya, bentuknya paling besar dan warnanya lebih gelap.
2)      Buah yang dipanen adalah buah yang sudah benar-benarmatang dan sehat atau tidak terkena penyakit. Cirinya, tampak segar, tidak memiliki cacat sedikitpun, dan berwarna merah marun.
3)      Biji yang diambil untuk obat adalah biji dari buah yang sudah benar-benar matang.
4)      Batang yang diambil adalah batang yang sudah cukup umur. Cirinya,warna coklatnya lebih banyak daripada warna hijaunya.
  1. Sarana dan Prasarana Penyuluhan
Prasarana penyuluhan pertanian yaitu fasilitas untuk mendukung pelaksanaan penyuluhan pertanian yang meliputi antara lain bangunan, lahan percontohan; sedangkan sarana penyuluhan pertanian yaitu alat-alat bantu penyuluhan pertanian antara lain alat transportasi, alat peraga dan alat komunikasi
Sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung kegiatan penyuluhan ini cukup lengkap, antara lain adalah  meja, kursi, brosur-brosur pertanian, 1 bangunan pertemuan penyuluh dan para petani. Sarana penyuluhan digunakan pada saat ada kegiatan penyuluhan dan pertemuan rutin.
Untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan penyuluhan pertanian dan pelaksanaan tugas penyuluh pertanian diperlukan prasarana dan sarana yang memadai agar penyuluhan pertanian dapat diselenggarakan dengan efektif dan efisien.
  1. Biaya yang ada
Sumber biaya yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah APBD kabupaten Karanganyar dan swadaya. Sumber pembiayaan penyuluhan pertanian bersumber dari:
  1. Pembiayaan penyuluhan pertanian menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Provinsi, Kabupaten/Kota dan masyarakat.
  2. Sumber pembiayaan penyuluhan pertanian berasal dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, swasta dan masyarakat yang ditentukan secara proporsional.
  3. Pemerintah, Provinsi, dan Kabupaten/Kota harus dapat menyediakan biaya penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang jumlah dan alokasinya disesuaikan dengan perencanaan penyuluhan pertanian masing-masing.
    1. Pembiayaan penyuluhan pertanian yang diselenggarakan oleh petani dan pelaku usaha pertanian lain dan/atau warga masyarakat lainnya, wajib disediakan oleh masing-masing disesuaikan dengan perencanaan yang terintegrasi.
  1. C. Keadaan Daerah
    1. Musim/iklim
Iklim di Kecamatan Jaten umumnya beriklim basah dengan rata-raa curah hujan tahun terakhir 2479 mm/tahun yang tercurah rata-rata 8 bulan, sementara bulan kering rata-rata 4 bulan.  Dengan rata-rata hujan per tahun 205 hari dengan tiap tiap kali hujan 22mm, intensitas sinar matahari penuh dengan suhu udara berkisar antara 24-29 derajat Celcius.
  1. Keadaan lapangan (topografi), jenis tanaman, sistem pengairan dan pertanaman.
Wilayah kerja Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar mempunyai  topografi maksimum 340 m dpl dan minimum 120 dpl. Wilayah kerja Kecamatan Jaten mempunyai luas wilayah 2.554,81 Ha yang terdiri dari lahan sawah 1.277,59 Ha, lahan kering 1.277,59 Ha, pekarangan/bangunan 1.057,73 Ha dan tegal/ladang 17,12 Ha.
Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Jaten adalah tanah grumosol yang mempunyai cirri-ciri solum tanah agak dalam/tebal, berwarna kelabu sampai hitam.  Keadaan tanah pada waktu hujan mengembang dan lekat.  Sedang pada waktu musim kemarau tanah sangat kering dan retak-retak.  Daya tahan air cukup baik.
Sistem pengairan di Kecamatan Jaten in di dukung oleh air yang cukup banyak.  Karena dialiri dari sungai PBS (Proyek Bengawan Solo), selain itu masih banyak lagi saluran-saluran yang lain dari bendungan-bendungan yang mengaliri areal tanah di Jaten, misalnya DAM Trani, Jumok, Jongkang, Kalongan dan Dukuh.
Sistem pertanaman menggunakan sasaran pola tanam pada sistem padi-padi-palawija, Padi-padi-palawija atau sistem yang lain. Namun dapat diharapkan bisa berseling antara  padi, palawija ataupun hortikultura. Pada situasi yang terpaksa bisa menggunakan sisitem pola tanam padi-padi-padi, namun sebaiknya harus selalu terkoordinasi dengan Dinas Pengairan atau Kelompok P3A.
  1. Perhubungan, jalan, listrik dan air
Keadaan jalan yang ada di Kecamatan Jaten sudah cukup memadai, hal ini karena didukung oleh letaknya yang sangat geografis yaitu berada di sebelah jalan Karanganyar-Surakarta, begitu juga yang berada di daerah desa-desa/ jauh dari pusat keramaian juga sudah dibangun. Jadi sarana perhubungan jalan yang di gunakan dapat mencukupi setiap kebutuhan perhubungan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya penggunaan alat transportasi yang digunakan oleh masyarakat setempat. Aliran listrik yang ada pada daerah ini sudah memadai, karena masyarakatnya menyadari bahwa kebutuhan akan listrik merupakan kebutuhan yng utama dan pokok. Masyarakat di Kecamatan Jaten seluruhnya juga sudah menggunakan fasilitas lisrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Begitu juga dengan sistem komunikasi melalui telepon juga banyak dimiliki masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan adanya beberapa usaha komunikaasi (telepon) atau wartel (Warung Tekomunikasi) di Kecamatan Jaten, walaupun belum semua masyarakatnya memanfaatkan fasilitas ini.
  1. D. Kebijakan Pemerintah pusat, daerah, dan setempat (yang terkait dengan penyuluhan) antara lain :
  2. kebijakan pemerintah  dalam sektor Tanaman pangan adalah :
    1. Meningkatkan penyuluhan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan petani.
    2. Meningkatkan penyuluhan tentang usaha tani komoditas organik,  misal program padi organik, sayuran dan buah organik dan sebagainya.
    3. Meningkatkan penerapan 10 paket teknologi agar pelaksanaan program intensifikasi dapat berjalan dengan baik
    4. Kebijakan pemerintah dalam sektor Peternakan
      1. Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat peternak agar dapat bertambah pengetahuan dan ketrampilan dalam usaha tani ternak.
      2. Meningkatkan penyuluhan dan gerakan vaksinasi ND pada ternak ayam agar kesehatan ayam terjamin.
      3. Kebijakan Pemerintah dalam Sektor Perikanan
        1. Meningkatkan penyuluhan terhadap petani ikan, pentingnya pemberian makanan tambahan agar produksinya meningkat.
        2. Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat, pentingnya makan ikan guna pemenuhan gizi keluarga (membudayakan masyarakat agar gemar makan ikan).
        3. C. Keadaan Daerah
          1. Musim/iklim
        4. Iklim di Kecamatan Jaten umumnya beriklim basah dengan rata-raa curah hujan tahun terakhir 2479 mm/tahun yang tercurah rata-rata 8 bulan, sementara bulan kering rata-rata 4 bulan.  Dengan rata-rata hujan per tahun 205 hari dengan tiap tiap kali hujan 22mm, intensitas sinar matahari penuh dengan suhu udara berkisar antara 24-29 derajat Celcius.
          1. Keadaan lapangan (topografi), jenis tanaman, sistem pengairan dan pertanaman.
          Wilayah kerja Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar mempunyai  topografi maksimum 340 m dpl dan minimum 120 dpl. Wilayah kerja Kecamatan Jaten mempunyai luas wilayah 2.554,81 Ha yang terdiri dari lahan sawah 1.277,59 Ha, lahan kering 1.277,59 Ha, pekarangan/bangunan 1.057,73 Ha dan tegal/ladang 17,12 Ha.Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Jaten adalah tanah grumosol yang mempunyai cirri-ciri solum tanah agak dalam/tebal, berwarna kelabu sampai hitam.  Keadaan tanah pada waktu hujan mengembang dan lekat.  Sedang pada waktu musim kemarau tanah sangat kering dan retak-retak.  Daya tahan air cukup baik.Sistem pengairan di Kecamatan Jaten in di dukung oleh air yang cukup banyak.  Karena dialiri dari sungai PBS (Proyek Bengawan Solo), selain itu masih banyak lagi saluran-saluran yang lain dari bendungan-bendungan yang mengaliri areal tanah di Jaten, misalnya DAM Trani, Jumok, Jongkang, Kalongan dan Dukuh.Sistem pertanaman menggunakan sasaran pola tanam pada sistem padi-padi-palawija, Padi-padi-palawija atau sistem yang lain. Namun dapat diharapkan bisa berseling antara  padi, palawija ataupun hortikultura. Pada situasi yang terpaksa bisa menggunakan sisitem pola tanam padi-padi-padi, namun sebaiknya harus selalu terkoordinasi dengan Dinas Pengairan atau Kelompok P3A.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar