Kamis, 15 Desember 2011

Kartografi

peta jaman dahulu 
Menurut Ensiklopedia bebas ‘Wikipedia’, Kartografi (atau pembuatan peta) merupakan sebuah  studi atau praktek membuat peta atau globe. Pada pembuatan peta maka ada proses grafis sehingga sebuah gambar menjadi informatif. sedangkan bahan untuk pembuatan peta sendiri adalah semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dalam semua skala, termasuk peta dan gambar rencana dalam 2 dan 3 dimensi; peta penerbangan, pelayaran, dan angkasa; bola peta bumi; diagram balok; belahan; foto udara, satelit, dan foto ruang angkasa; atlas; gambar udara selayang pandang, dan sebagainya.

Dahulu sebelum masa perkembangan komputer, untuk membuat peta maka diperlukan studi lapangan dan digambar menggunakan pena serta kertas. Pada masa sekarang ini pembuatan peta tetap memerlukan tenaga ahli akan tetapi mereka lebih di mudahkan oleh teknologi. Para ahli bisa mendapatkan data yang akurat melalui satelit, dan dengan perangkat lunak pembantu mereka bisa membuat peta yang detail dan presisi.
Agar didapatkan sebuah peta yang berkualitas tinggi maka diperlukan berbagai proses panjang diantaranya adalah:
  • Perancanaan Peta : perencanaan bisa di bilang sebagai tujuan pembuatan peta. Daerah mana yang akan kita petakan. Jika tujuan telah ditetapkan maka langkah berikutnya adalah..
  • Pencarian dan pengumpulan data : Langkah ini mempunyai dua metode, yang pertama adalah metode langsung. metode ini merupakan metode konvensional yaitu tim pembuat peta meninjau langsung daerah yang akan dipetakan. Metode ke dua adalah metode tidak langsung, dimana pembuat peta hanya mencari data dari peta atau data-data yang sudah ada sebelumnya.
  • Pengolahan data : pada langkah ini pembuat peta akan mengolah data yang telah diterima. Dengan adanya software-software GIS maka pengolahan data bisa lebih mudah dari pada dengan pengolahan konvensional.
  • Penyajian dan Penggambaran data : pada langkah ini pembuat peta akan membuat peta dari dara yang telah diolah, baru kemudian akan digambar pada suatu media.
  • Penggunaan Data : langkah terakhir, dari langkah terakhir maka akan ditentukan bahwa peta yang dibuat bagus apa tidak. Pengguna akan menilai bahwa peta yang dibuat mudah dimengerti atau tidak. Begitu pula dengan ketepatan data yang diperoleh. Jika peta yang dibuat mudah di mengerti dan presisi maka peta tersebut bisa dibilang peta yang bagus.
Dalam pembuatan peta yang baik, maka terdapat beberapa standart yang harus dipenuhi:
  1. Menampilkan suatu lokasi dan/ atau atribut.
  2. Menampilkan suatu hubungan, baik antar lokasi (jarak), antar atribut (suhu vs vegetasi), antara lokasi dan atribut (produksi dan distribusi), dan antar atribut hasil penghitungan (income per capita).
  3. Mempunyai skala atau referensi untuk orientasi jarak atau lokasi.
  4. Mempunyai informasi mengenai koordinat atau sistem proyeksi yang digunakan.
  5. Menggunakan tanda-tanda atau simbologi yang sistematik.
  6. Mempunyai informasi tekstual seperti judul atau legenda.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kartografi
http://en.wikipedia.org/wiki/Cartography
http://fitoridesu.multiply.com/journal/item/32/Kartografi_peta_Gis
http://ipankreview.wordpress.com/2009/03/15/pemetaan-dan-simbol-peta-bagian-1/
Modul_Gis_Sku.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar