Kamis, 08 Desember 2011

Menghitung Biaya Plesteran Dinding


Setelah anda mengetahui bagaimana mengoptimalkan pekerjaan plasteran (lihat posting sebelunya) maka selanjutnya akan kita uraikan BAGAIMANA CARA MENGHITUNG PLASTERAN, dengan bahas yang sering kita jumpai ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN PELESTERAN. Dalam tulisan kali ini tidak akan kitra uraikan seluruh ragam pelesteran, seperti biasa  hanya akan kami uraikan cara menghitungya. Analisa harga satuan ini kita ambil dari BSN dengan no SNI 2837:2008 dan ini merupakan revisi dari SNI tentang plasteran sebelumnya. Mau mengunduh SNI nya klik disini
Tentu saja jika ada membaca lengkap dulu seluruh isi dari SNI ini tentu akan anda dapatkan banyak info , diantaranya adalah info ruang lingkup, acuan normativ,  istilah dan definisi, singkatan istilah, persyaratan.



Nah pembaca sekalian, dalam SNI 2837:2008 ini terdapat banyak macam variasi pelesteran yang tentu saja pengunaan sesuai dengan kebutuhanya, dan ragam plesteran tersebut adalah sebagai berikut :
1.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:1PP, tebal 15mm
2.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:2PP, tebal 15mm
3.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:3PP, tebal 15mm
4.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:4PP, tebal 15mm
5.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:1PP, tebal 15mm
6.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:5PP, tebal 15mm
7.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:6PP, tebal 15mm
8.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:7PP, tebal 15mm
9.       Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:8PP, tebal 15mm
10.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:1/2kp:3PP, tebal 15mm
11.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:2KP:8PP, tebal 15mm
12.   Membuat 1 m2 plesteran 1 SM:1KP:1PP, tebal 15mm
13.   Membuat 1 m2 plesteran 1 SM:1KP:2PP, tebal 15mm
14.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:2PP, tebal 20mm
15.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:3PP, tebal 20mm
16.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:4PP, tebal 20mm
17.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:5PP, tebal 20mm
18.   Membuat 1 m2 plesteran 1 PC:6PP, tebal 20mm
19.   Membuat 1 m2 plesteran 1 SM:1KP:2PP, tebal 20mm
20.   Membuat 1 m2 berapen 1 PC:5PP, tebal 15mm
21.   Membuat 1 m2 plesteran skoning 1 PC:2PP, lebar 10 mm
22.   Membuat 1 m2 plesteran granit 1 PC:2 granit, tebal 10mm
23.   Membuat 1 m2 plesteran teraso, 1 PC:2 batu teraso, tebal 10mm
24.   Membuat 1 m2 plesteran ciprat, 1 PC:2PP
25.   Membuat 1 m2 finishing siar pasangan dinding bata merah (=20m’)
26.   Membuat 1 m2 finishing siar pasangan dinding conblock ekspose (=8m’)
27.   Membuat 1 m2 finishing siar pasangan siar pasangan batu kali adukan 1PC:2PP
28.   Membuat 1 m2 acian

Keterangan instilah dan definisi :



Pembaca sekalian sekarang saatnya kita sajikan bagaimana cara menghitung biaya pelesteran, kita ambil contoh perhitungan dengan perbandingan campuran 1 PC:2kp:8PP dengan ketebalan pelesteran  rencana 15mm (poin nomor 11 pada pembagian jenis pelesteran di atas). Barang kali anda sekalian bertanya kenapa kita pilih perbandingan tersebut, jawabanya adalah di sebagian besar tempat kita (di jawa ) komposisi pemlesteran dinding dengan perbandingan 1 PC:1/2kp:3PP tebal 15mm adalah yang paling sangat sering digunakan oleh tukang. Lha mungkin anda juga bertanya bagaimana kwalitas komposisi campuran pelesteran ini, jawabanya adalah SNI mencamtumkan dalam salah satu komposisi campuran sesuai Standar Nasional Indonesia.
Dan cara menghitungnya adalah sebagai berikut :
Kebutuhan
Indeks
Satuan
Harga Satuan
Jumlah
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)=(2)*(4)
Bahan
PC (semen)
3,000
Kg
Rp      1.050
Rp     3.150
KP (Kapur padam)
0,005
Rp  120.000
Rp         600
PP(Pasir Pasang)
0,020
Rp  120.000
Rp     2.400
Tenaga kerja
Pekerja
0,360
oh
Rp    42.500
Rp   15.300
Tukang batu
0,120
oh
Rp    52.500
Rp     6.300
Kepala tukang
0,012
oh
Rp    55.000
Rp         660
Mandor
0,018
oh
Rp    60.000
Rp     1.080
Sumber SNI 2837:2008
Harga satuan
Rp   29.490
Gambar 48.1 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pelesteran 1 PC:2kp:8PP, tebal 15mm
Keterangan gambar 48.1
Kolom dengan nomor(1), (2), (3) adalah kolom yang berasal dari SNI 2837:2008
Kolom nomor (4) denagan nama HARGA SATUAN merupakan kolom harga satuan material di daerah dimana anda akan membeli bahan atau mendatangkan tukang. Kolom ini berisikan berapa harga semen 1kg (1zak)?, berapa harga kapur (gamping:jawa) dalam satu kubik, berapa harga pasir dalam satu kubik?, berapa anda membayar seorang tukang batu dalam 1 hari? Dll. Pembaca sekalian, faktor yang paling mempengaruhi harga satuan ini adalah kolom nomor (4) ini
Nah kalau kolom(5) ini adalah perkalian antara indeks tenaga dan bahan (3) dengan harga satuan (4)
Dan Harga satuan pekerjaan ini didapatkan dari penjumlahan kolom (5)

Pekerjaan aci  1m1


Kebutuhan
Indeks
Satuan
Harga
Jumlah
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)=(2)*(4)
Bahan
Semen
3,25
Kg
Rp      1.050
Rp     3.413
Tenaga kerja
Pekerja
0,2
Oh
Rp    42.500
Rp     8.500
Tukang batu
0,1
Oh
Rp    52.500
Rp     5.250
Kepala tukang
0,01
Oh
Rp    55.000
Rp         550
Mandor
0,01
Oh
Rp    60.000
Rp         600
Sumber SNI 2837:2008
Harga satuan
Rp   18.313
Gambar 48.2 Analisa Harga Satuan Pekerjaan ACI tiap m2
Keterangan gambar 48.2
Kolom dengan nomor(1), (2), (3) adalah kolom yang berasal dari SNI 2837:2008
Kolom nomor (4) denagan nama HARGA SATUAN merupakan kolom harga satuan material di daerah dimana anda akan membeli bahan atau mendatangkan tukang.
Nah kalau kolom(5) ini adalah perkalian antara indeks tenaga dan bahan (3) dengan harga satuan (4)
Dan Harga Satuan Pekerjaan ini didapatkan dari penjumlahan kolom (5)


Harga satuan yang ada didaerah anda bisa saja lebih rendah dari yang tercantum di Gambar 48.1 dan di gambar 48.2


Pembaca sekalian, perhatian kita masih tetap pada Gambar 48.1 dan 48.2, dari table tersebut dapat kita peroleh beberapa informasi yang berkaitan dengan kedua pekerjaan tersebut :

  • Perhitungan bahan pekerjaan
  1. Dalam melakukan pekerjaan 1m2 ketebalan 15mm dengan perbandingan campuran bahan 1PC:2KP:8PP membutuhkan bahan 3 Kg semen, 0.005m3 Kapur pasang, 0.02 m3 pasir pasang. Nah kalau sudah tahu kebutuhan bahan tiap m2 sekarang tinggal hitung saja berapa luas pekerjan pelesteran rumah anda dan tinggal dikalikan saja.
  2. Trus bagaimana dengan kebutuhan bahan untuk pekerjaan acian, saya yakin anda sudah mengetahuinya kalau mengaci dihutuhkan bahan 3.25 Kg semen.
  • Perhitungan tanaga pekerjaan
Sekarang saya yakin anda sudah bisa menghitung biaya pekerjaannya kan?tinggal jumlah saja kolom lima kok, tapi pada baris tenaga saja ya, yang bahan tidak usah.


Coba perhatikan perhitungan di bawah ini


Kebutuhan
Indeks
Satuan
hitungan
Produksi
Tiap Hari
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)=1/(2)

Tukang batu
0,120
oh
1 / 0,120
8,33
Sumber SNI 2837:2008
Gambar 48.3 Perhitungan Produktifitas Tukang Pelester Dalam 1 Hari

  1. Dari tabel tadi didapatkan hasil bahwa produktifitas tukang plester dinding sesuai SNI adalah 8.33m2 dalam satu hari bekerja, di mana sesuai dengan SNI bahwa jam bekerja efektif tukang dalam 1 hari adalah 5jam. NaH sekarang masih tertingal pertanyan  lha kenapa kok pekerja, kepala tukang dan mandor tidak dihitung?ya jawabanya dalam pekerjaan pelester dinding pekerjaan utama dilakukan oleh tukang sedangkan yang lain sifatnya penunjang, tentu saja pekerjaan tersebut tidak akan terwujud jika tanpa pembantu pekerjaan atau pekerja.

  • KOMPOSISI PEKERJA DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN PELESTERAN
Komposisi atau perbandingan antara tukang dan pekerja adalah 0,12:0,36 atau 1:3 artinya seorang tukang batu bekerja melaksanakan pekerjaan pelesteran dibantu 3 pekerja. Pembaca ini adalah perbandingan yang baik jika anda melaksankan pekerjaan pelesteran.

Pembaca sekalian dibawah ini adalah tabel pekerjaan acian

Kebutuhan
Indeks
Satuan
Hitungan
Produksi tiap hari
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)=1/(2)

Tukang batu
0,1
Oh
1/0.1
10
Sumber SNI 2837:2008

Gambar 48.4 Perhitungan Produktifitas Tukang Pelester Dalam 1 Hari


Kesimpulan dari tabel tersebut adalah :
  1. Dalam melakukan pekerjaan acian tiap meter diperlukan bahan semen 3.25 kg.
  2. Dalam sehari seorang tukang batu bisa membuat 10 m’
  3. Perbandingan antara tukang dan tenaga adalah 2:1
  4. Nah kalau cara menghitungnya anda pasti sudah bisa, tinggal nyonteksaja kan.
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar