Selasa, 24 Januari 2012

Harga Buah Naga Turun Walau Jarang Di Pasaran

Sarang-Kondisi cuaca yang tidak bersahabat akhir-akhir ini cukup merugikan pembudidayaan buah naga. Hasil panen masih diperparah harga jual di pasaran sangat lesu, turun drastis lebih dari separuh. KH Abdulah Ubab Maemun, pimpinan pondok pesantren Al Anwar 2 Desa Kalipang Kecamatan Sarang, satu-satunya yang membudidayakan buah naga di Kabupaten Rembang menjelaskan, musim panen buah naga biasanya antara Januari sampai dengan April. Kali ini harga jual turun tak setinggi tahun-tahun sebelumnya meski banyak petani buah naga di Jawa tengah yang gagal panen akibat cuaca yang kurang bersahabat.


Menurut Gus Ubab demikian panggilan akrabnya, lahan di lingkungan ponpes Al Anwar 2 yang dugunakan untuk budidaya buah naga mencakup lahan seluas 4.800 meter persegi. Tujuannya bukan semata-mata untuk bisnis namun untuk memberikan pengetahuan para santri agar disamping mengaji mereka juga mengerti ilmu pertanian, terlebih buah naga tergolong langka sehingga membutuhkan kemapuan khuss untuk merawatnya.


Lebih lanjut Gus Ubab yang merupakan salah satu putra ulama kharismatik KH Maemun Zuber yang tinggal di Sarang menyebutkan, para santri diajarkan membudidayakan buah naga sekira lima tahun silam dan dua tahun terakhir berhasil panen dengan sukses Sebelumnya saat dipanen dari total 400 batang pohon menghasilkan buah naga sebanyak 500 hingga 600 kilogram, namun pada 2012 turun drastis hanya 300 kilogram. Pasalnya saat bakal buah mulai muncul banyak yang rontok akibat kehujanan, sementara untuk pertumbuhan sendiri tanaman buah naga membutuhkan kondisi cuaca panas, bahkan seluruh batang tanaman harus 100 persen terkena sinar matahari.


Ditambahkan, akibat gagal panen menjadikan stok buah naga di pasaran berkurang, namun justru terjadi kebalikan dari teori ekonomi. Biasanya jika demand lebih tinggi dari suplay maka terjadi harga tinggi, entah kenapa tidak terjadi, justru harga jual turun lebih dari separuhnya. Tahun kemarin dan sebelumnya saat imlek buah naga diburu dan dibeli seharga Rp25 ribu per kilogram, panen ini hanya laku Rp12 ribu.

Terkait jenis buah naga, katanya jika buah naga merah lebih menguntungkan dibudidayakan dibanding yang berwarna putih. Selain rasanya lebih manis harga jual juga lebih tinggi. Buah naga putih di pasaran dihargai antara Rp8 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram, dimana angka tersebut merupakan harga jual terendah jenis buah naga merah. ( heru )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar