Rabu, 04 Januari 2012

MAKALAH tb/u


A.  Pengertian

Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skelatal. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan, relatif kurang sensitif terhadap masalah kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama.
Berdasarkan karakteristik tersebut di atas, maka indeks ini menggambarkan status gizi masa lalu, Beaton dan Bengoa (1973) menyatakan bahwa indeks TB/U disamping memberikan gambaran status gizi di masa lampau, juga lebih erat kaitannya dengan status sosial-ekonomi.
1.    Keuntungan Indeks TB/U
Keuntungan dari Indeks TB/U antara lain:
a.    Baik untuk menilai status gizi masa lampau,
b.    Ukuran panjang dapat dibuat sendiri, murah dan mudah dibawa.
2.    Kelemahan Indeks TB/U
Adapun kelemahan indeks TB/U adalah:
a.    Tinggi badan tidak cepat naik, bahkan tidak mungkin turun,
b.    Pengukuran relatif sulit dilakukan karena anak harus berdiri tegak, sehingga diperlukan dua orang untuk melakukannya,
c.    Ketepatan umur sulit didapat.
d.    Tidak menggambarkan keadaan gizi saat ini.
e.    Sering terjadi kesalahan pembacaan skala ukur, apalagi jika dilakukan oleh orang yang tidak profesional.

B.  Indikator

TB/U dapat digunakan sebagai indeks status gizi populasi karena merupakan estimasi keadaan yang telah lalu atau status gizi kronik. Seorang yang tergolong pendek “pendek tak sesuai umurnya” (PTSU) kemungkinan keadaan gizi masa lalu tidak baik. Dalam keadaan normal tinggi badan tumbuh bersamaan dengan bertambahnya umur. Pertambahan tinggi atau panjang badan relatif kurang sensitive terhadap kurang gizi dalam waktu singkat. Pengaruh kurang gizi terhadap pertumbuhan tinggi badan baru terlihat dalam waktu yang cukup lama. Indikator TB/U yaitu dapat memberikan gambaran riwayat keadaan gizi masa lampau dan dapat dijadikan indikator keadaan sosial ekonomi penduduk.

C.  Kajian
Untuk memperjelas penggunaan rumur Zskor dapat dicontohkan sebagai berikut
Diketahui BB= 60 kg, TB=145 cm            
Umur : 15 tahun
Sex : laki-laki
     
Table weight (kg)  by  age of boys aged 15 year
Age
Standard Deviations
Yr
mth
-3sd
-2sd
-1sd
Median
+1sd
+2sd
+3sd
15
0
31.6
39.9
48.3
56.7
69.2
81.6
94.1

Table weight (kg)  by  stature of boys 145 cm in Height
Stature
Standard Deviations
cm
-3sd
-2sd
-1sd
Median
+1sd
+2sd
+3sd
145
0
24.8
28.8
32.8
36.9
43.0
49.2
55.4










Table stature (cm) by age of boys aged 15 year
Stature
Standard Deviations
Yr  mth
-3sd
-2sd
-1sd
Median
+1sd
+2sd
+3sd
15
0
144.8
152.9
160.9
169.0
177.1
185.1
193.2









Z-score = (NIS-NMBR) / NSBR

 



NIS                       : Nilai Individual Subjek
NMBR                  : Nilai Median Baku Rujukan
NSBR                   : Nilai Simpang Baku Rujukan


Untuk indeks BB/U adalah
= Z Score = ( 60 kg – 56,7 ) / 8.4 =  + 0,4 SD
= status gizi baik
Untuk IndeksTB/U adalah
= Z Score = ( 145 kg – 169 ) / 8.1 =  - 3.0 SD
= status gizi  pendek
Untuk Indeks BB/TB adalah
= Z Score = ( 60 – 36.9 ) / 4.1 =  + 5.6 SD
= status gizi gemuk
              Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui bahwa indeks TB/U hanya menggambarkan status stunted atau tinggi dan pendeknya seseorang. Sedangkan status gizi tidak dapat diwakilkan hanya dengan menggunakan tinggi badan saja. Karena belum tentu anak dengan tinggi badan yang normal akan berstatus gizi normal, jika berat badannya juga kurang. Jadi indeks ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang khususnya anak untuk masa sekarang. Selain itu, penggunaan tinggi badan menurut umur juga tidak fluktuatif, karena tinggi badan tidak cepat naik dan bahkan mungkin juga tidak akan turun. Padahal status gizi dipengaruhi beberapa faktor, misalnya asupan makanan yang tentunya juga akan sangat berpengaruh terhadap status gizi seseorang setiap saat. Misalnya asupan makanan yang semakin banyak belum tentu menambah tinggi badan seseorang dalam waktu singkat, tetapi jelas akan menambah berat badan seseorang seketika itu juga, sehingga status gizinya juga akan berubah pada saat pengukuran dilakukan.
              Pengambilan data tinggi badan pun juga sering mengalami kesulitan karena biasanya anak sulit untuk diminta berdiri tegak, sehingga diperlukan lebih dari satu orang untuk melakukan pengukuran. Bila hal ini dilakukan oleh tenaga yang tidak berkompeten maka akan terjadi kesalahan pembacaan skala yang menyebabkan data yang diperoleh juga tidak valid. Di samping permasalahan dalam pengambilan data tinggi badan, penggunaan variabel umur juga mengalami kendala, karena bagi masyarakat yang kurang mengetahui pentingnya mengukur status gizi, umur biasanya tidak begitu diperhatikan. Mereka lupa atau tidak mempunyai catatan tentang kelahiran dan perkembangan pertumbuhan anak mereka, sehingga hal ini juga akan berpengaruh pada hasil nantinya.
              Penggunaan indeks TB/U sangat baik untuk mengetahui status gizi masa lampau. Karena dengan diketahuinya status gizi menggunakan gambaran tinggi badan menurut umur dan misalnya hasilnya stunted, maka dapat disimpulkan bahwa anak tersebut dulunya stunted  karena ketika dilakukan pengukuran pada saat ini tinggi badan tidak bertambah. Hal ini biasanya dikaitkan dengan status ekonomi seseorang, karena kurang bisa memenuhi kebutuhan akan zat gizi yang diperlukan, sehingga menyebabkan asupan zat gizi tidak mencukupi dan pertumbuhan tidak optimal.

D.  Kategori
Tabel Penilaian  Status Gizi berdasarkan Indeks BB/U,TB/U, BB/TB 
No
Indeks yang dipakai
Batas Pengelompokan
Status Gizi
1
BB/U
 < -3 SD
Gizi buruk


 - 3 s/d  <-2 SD
Gizi kurang


 - 2 s/d +2 SD
Gizi baik


 > +2 SD
Gizi lebih
2
TB/U
 < -3 SD
Sangat Pendek


 - 3 s/d  <-2 SD
Pendek


 - 2 s/d +2 SD
Normal


 > +2 SD
Tinggi
3
BB/TB
 < -3 SD
Sangat Kurus


 - 3 s/d  <-2 SD
Kurus


 - 2 s/d +2 SD
Normal


 > +2 SD
Gemuk

Tabel  Kategori Interpretasi  Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks  (BB/U,TB/U, BB/)
Interpretasi
Indeks yang digunakan
BB/U
TB/U
BB/TB
Normal, dulu kurang gizi
Rendah
Rendah
Normal
Sekarang kurang ++
Rendah
Tinggi
Rendah
Sekarang kurang +
Rendah
Normal
Rendah
Normal
Normal
Normal
Normal
Sekarang kurang
Normal
Tinggi
Rendah
Sekarang lebih, dulu kurang
Normal
Rendah
Tinggi
Tinggi, normal
Tinggi
Tinggi
Normal
Obese
Tinggi
Rendah
Tinggi
Sekarang lebih, belum obese
Tinggi
Normal
Tinggi
Keterangan : untuk ketiga indeks ( BB/U,TB/U, BB/TB) :
Rendah   : < -2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS 
Normal   : -2 s/d +2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS
Tinggi    :  > + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar